JAKARTA - Dunia sepak bola Inggris kembali diguncang oleh ketegangan internal yang melibatkan salah satu klub paling ikonik di dunia. Manchester United kini berada di posisi sulit setelah pernyataan pribadi salah satu pemilik saham utamanya, Sir Jim Ratcliffe, memicu gelombang perdebatan mengenai isu sensitif seperti imigrasi dan demografi. Di satu sisi, klub telah membangun reputasi selama bertahun-tahun sebagai simbol keberagaman dan inklusivitas yang merangkul komunitas global tanpa memandang latar belakang. Namun, di sisi lain, pandangan tajam sang pemilik mengenai kondisi sosial ekonomi Inggris menciptakan jarak yang nyata antara visi korporat klub dengan opini kepemimpinan puncaknya. Situasi ini memaksa manajemen Old Trafford untuk segera melakukan klarifikasi guna menjaga keharmonisan hubungan dengan penggemar global yang sangat heterogen, sekaligus memastikan bahwa kampanye kesetaraan yang mereka usung tetap berdiri tegak di tengah badai kontroversi.
Komitmen Klub Terhadap Kesetaraan dan Keberagaman
Manchester United merespons komentar kontroversial Sir Jim Ratcliffe dengan menegaskan komitmen klub terhadap kesetaraan dan keberagaman. Sikap Man United disampaikan melalui pernyataan resmi pada Kamis, sebagaimana turut dilaporkan Manchester Evening News. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa nilai-nilai dasar klub tidak terdistorsi oleh opini individu, meskipun individu tersebut memiliki pengaruh besar dalam struktur kepemilikan.
Dalam keterangannya, Man United menulis: “Manchester United bangga menjadi klub yang inklusif dan ramah. Kelompok pemain, staf, dan komunitas pendukung global kami yang beragam mencerminkan sejarah dan warisan Manchester; sebuah kota yang dapat disebut rumah oleh siapa pun." Penegasan ini menggarisbawahi bahwa identitas Manchester sebagai kota yang terbuka adalah napas utama bagi keberlangsungan klub berjuluk The Red Devils tersebut.
Rekam Jejak Inklusi dan Kampanye All Red All Equal
Pihak manajemen juga mengingatkan publik mengenai program-program jangka panjang yang telah menjadi fondasi operasional mereka dalam satu dekade terakhir. Fokus klub tetap konsisten dalam memerangi segala bentuk diskriminasi di dalam maupun di luar lapangan hijau melalui berbagai inisiatif yang terukur.
“Sejak meluncurkan All Red All Equal pada tahun 2016, kami telah menanamkan kesetaraan, keberagaman, dan inklusi ke dalam segala hal yang kami lakukan," tulis pernyataan tersebut. "Kami tetap sangat berkomitmen pada prinsip dan semangat kampanye tersebut. Hal itu tercermin dalam kebijakan kami, tetapi juga dalam budaya kami dan diperkuat oleh kepemilikan kami atas Standar Kesetaraan, Keberagaman, dan Inklusi Tingkat Lanjut Liga Premier."
Partisipasi Aktif dalam Berbagai Inisiatif Sosial
Sepanjang musim ini, Manchester United tidak hanya sekadar mengeluarkan pernyataan di atas kertas, tetapi juga aktif terjun dalam berbagai pergerakan sosial. Klub ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari solusi atas berbagai masalah sosial yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.
“Sepanjang musim ini, kami telah berpartisipasi dalam acara dan inisiatif di pertandingan pria dan wanita kami yang menandai kesehatan mental, inklusi LGBTQ+, No Room for Racism, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, dan nyanyian homofobik." Selain itu, klub juga merayakan keberagaman agama dan fisik dengan mengadakan berbagai acara komunitas. “Kami juga telah merayakan acara-acara klub pendukung kami, termasuk Pesta Natal Asosiasi Pendukung Penyandang Disabilitas dan acara Hanukkah Klub Pendukung Yahudi kami."
Keselarasan dengan Yayasan dan Rencana Masa Depan
Klub memastikan bahwa segala tindakan yang mereka ambil sudah sesuai dengan visi misi sosial yang selama ini dijalankan oleh sayap amal mereka. Kedekatan klub dengan warga lokal Manchester menjadi bukti bahwa mereka tetap menjadi milik rakyat, terlepas dari perdebatan politik yang ada.
“Dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, kami akan mendukung inisiatif lebih lanjut di bidang-bidang ini. Semua ini sejalan dengan kerja luar biasa yang dilakukan oleh Yayasan Manchester United di dalam dan sekitar Manchester setiap hari. Kami akan terus mewakili rakyat kami, kota kami, dan penggemar kami dengan tujuan dan kebanggaan.”
Komentar Kontroversial Sir Jim Ratcliffe Mengenai Imigrasi
Pernyataan resmi klub ini muncul sebagai respons langsung atas kegaduhan yang dipicu oleh kata-kata Sir Jim Ratcliffe. Sebelumnya, Sir Jim Ratcliffe berbicara soal isu imigrasi dalam wawancara dengan Sky News yang segera menjadi viral dan menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan: “Anda tidak dapat memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang yang menerima tunjangan dan sejumlah besar imigran yang masuk. Maksud saya, Inggris telah dijajah. Biayanya terlalu mahal." Pandangan ini dianggap sangat tajam bagi sebagian kalangan yang menilai hal tersebut kurang sensitif terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan sejarah migrasi Inggris.
Perdebatan Mengenai Pertumbuhan Populasi Inggris
Tak berhenti di situ, miliarder Inggris ini juga menyoroti angka pertumbuhan penduduk yang menurutnya sangat dipengaruhi oleh arus masuk orang asing dalam kurun waktu yang singkat. Ia menggunakan data statistik untuk memperkuat argumen ekonominya.
“Inggris telah dijajah oleh imigran, sungguh, bukan? Maksud saya, populasi Inggris adalah 58 juta pada tahun 2020, sekarang 70 juta. Itu berarti 12 juta orang,” ungkapnya. Pernyataan ini menjadi pemicu perpecahan opini di kalangan pendukung Manchester United, memaksa klub untuk mengambil jarak demi menjaga citra mereka sebagai institusi olahraga yang universal dan tidak berpolitik praktis.