Liga Inggris

Liga Inggris Konsisten Beri Jeda Buka Puasa bagi Pemain Muslim

Liga Inggris Konsisten Beri Jeda Buka Puasa bagi Pemain Muslim
Liga Inggris Konsisten Beri Jeda Buka Puasa bagi Pemain Muslim

JAKARTA - Sepak bola Inggris terus menunjukkan kematangannya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman di atas lapangan hijau. Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 H, kasta tertinggi sepak bola Britania Raya tersebut kembali menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi para pemain Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Liga Inggris akan melanjutkan kebijakan khusus untuk memberi kesempatan kepada para pemain Muslim untuk berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

Langkah ini bukan sekadar tentang aturan teknis pertandingan, melainkan sebuah pesan kuat mengenai penghormatan terhadap keyakinan individu di tengah kompetisi yang paling kompetitif di dunia. Ramadhan akan dimulai pada minggu ini dan akan berlangsung selama sebulan. Selama waktu ini, umat Muslim di seluruh dunia menahan diri dari makan dan minum dari subuh hingga matahari terbenam. Tidak terkecuali bagi para pemain di Liga Inggris, yang akan tetap menjalani ibadah puasa di tengah pertandingan.

Komitmen Jangka Panjang dan Sejarah Kebijakan Inklusif

Kebijakan yang sangat humanis ini bukanlah hal baru bagi otoritas sepak bola Inggris. Sebagai pelopor liga top Eropa yang memberikan kelonggaran ibadah di tengah laga, Liga Inggris telah membuat kebijakan khusus untuk memberi kesempatan jeda buka puasa untuk pemain sejak 2021. Inisiatif ini bermula dari kesadaran akan banyaknya talenta Muslim yang memberikan kontribusi besar bagi popularitas dan kualitas liga.

Momen bersejarah itu pertama kali disaksikan dalam pertandingan antara Leicester City dan Crystal Palace pada April 2021. Saat itu, dunia melihat bagaimana olahraga bisa berjalan beriringan dengan tuntunan religi tanpa mengganggu integritas kompetisi. Pertandingan dihentikan saat tendangan gawang setelah sekitar setengah jam bermain untuk memungkinkan Wesley Fofana (Leicester) dan Cheikhou Kouyate (Palace) mengambil minuman dan gel energi. Sejak saat itu, pemandangan pemain yang membatalkan puasa di pinggir lapangan telah menjadi bagian dari identitas modern Premier League.

Kehadiran Bintang Muslim dan Mekanisme Jeda Pertandingan

Keputusan untuk melanjutkan kebijakan ini menjadi sangat relevan mengingat profil pemain yang merumput di Inggris saat ini. Liga Inggris kini dipenuhi oleh banyak bintang Muslim terkenal termasuk Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, dan Amad Diallo. Para pemain ini merupakan pilar penting di klub masing-masing, dan memastikan kebugaran serta kesejahteraan mereka selama bulan puasa menjadi prioritas utama bagi penyelenggara liga.

Mekanisme pelaksanaan jeda ini akan melibatkan komunikasi yang intens antara pihak klub dan perangkat pertandingan. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, kapten klub dan ofisial pertandingan akan mengambil jeda untuk memberi kesempatan berbuka bagi pemain Muslim. Prosedur ini biasanya dilakukan pada momen alami dalam pertandingan, seperti saat bola keluar atau sebelum tendangan gawang, sehingga aliran permainan tetap terjaga namun kebutuhan nutrisi pemain yang berpuasa tetap terpenuhi.

Harmoni Antara Profesionalisme Atlet dan Ketaatan Beragama

Keberlanjutan kebijakan ini membuktikan bahwa profesionalisme sebagai atlet elite tidak harus berbenturan dengan ketaatan beragama. Dengan adanya dukungan dari pihak liga, para pemain dapat tetap memberikan performa terbaiknya tanpa harus mengorbankan kewajiban spiritual mereka. Hal ini juga memberikan edukasi positif bagi penonton global mengenai indahnya keberagaman dalam ekosistem sepak bola.

Melalui konsistensi ini, Liga Inggris memantapkan posisinya sebagai liga yang paling ramah terhadap perbedaan budaya. Fasilitas jeda buka puasa ini diharapkan dapat terus memberikan rasa nyaman bagi para pemain Muslim, sehingga mereka dapat terus berkarya dan menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia selama bulan suci Ramadan 2026 ini berlangsung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index